Rabu, 16 Februari 2011

Gumpalan Awan di Puncak Gunung Sorik Marapi

Gumpalan awan seperti menyatu dengan puncak Gunung Sorik Marapi. Awan-awan itu seolah menjadi pagar bagi siapa saja untuk melihat puncaknya. Hanya jika matahari bersinar terik, barulah puncak terlihat dari kaki gunung. Itupun selalu ditingkahi kabut tipis. Untuk mengetahui bentuk puncak secara utuh, hanya dengan satu cara: berdiri di atas puncaknya.

Puncak, kabut dan gumpalan awan itu menjadi pesona sendiri bagi Gunung Sorik Marapi yang berada di Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Tambangan, Kabupaten, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Uniknya, Sebagai sebuah objek wisata, keberadaan Gunung Sorik Marapi, terbilang tidak begitu populer. Bisa dihitung dengan jari berapa banyak pendaki yang datang setiap bulannya.

Faktor jauhnya jarak dari Medan, ibukota Sumatera Utara, merupakan salah satu penyebab. Butuh waktu hingga 12 jam perjalanan dengan angkutan darat untuk menempuh jarak sepanjang 480 kilometer jarak dari Medan – Panyabungan, ibukota Kabupaten Mandailing Natal. Dari Panyabungan, harus menyambung dengan angkutan pedesaan menuju Desa Sibanggor Julu. Waktu tempuhnya sekitar 20 menit.

Desa Sibanggor Julu berada di lereng timur Gunung Sorik Marapi. Di desa inilah tempat terakhir bisa membeli perbekalan, mulai air mineral hingga biskuit. Titik awal pendakian dapat ditemui setelah melewati perumahan penduduk. Rumah-rumah panggung ini kental dengan tradisi lokal. Beratap ijuk dengan material dinding dan lantai dari kayu. Beberapa bagian rumah bahkan tidak menggunakan paku. Hanya belitan tali rotan sebagai perekat.

Seterusnya, setelah melewati barisan rumah tradisional itu, akan terlihat jalan setapak. Jalur itu melewati perkebunan coklat, karet, kopi dan tanaman keras lainnya milik penduduk. Titik awal pendakian itu adalah sebuah tanjakan ekstrim sekitar 75 derajat. Dengan stamina prima, setidaknya perlu 15 menit untuk melewati tanjakan ini. Tanjakan yang berada di ketinggian 1.100 meter dari permukaan laut (mdpl) ini merupakan tantangan pertama. Namun usai itu akan didapatkan shelter, tempat peristirahatan pertama. Posisinya persis di dinding bukit paling ujung. Jadinya, pandangan luas ke arah timur. Rumah-rumah penduduk tampak mengecil.

Tahapan perjalanan berikutnya relatif mudah. Walau jalanan terus menanjak, tetapi tidak terlalu menguras tenaga. Lantas akan terlihat perbukitan tandus. Awalnya tempat ini merupakan bukit belerang yang aktif. Beberapa penduduk mengatakan, sekitar tahun 1990-an percikan api mengakibatkan terbakarnya kawasan ini. Maklum saja, belerang memang mudah terbakar. Ratusan hektar kawasan di sekitar bukit belerang ini berubah jadi tumpukan arang.

Setelah belasan tahun, kini tumbuhan baru mulai hadir. Namun entah mengapa sumber belerang yang ada di bukit ini justru berhenti berproduksi. Sisa-sisa semburannya yang sudah membatu seperti naik-turun gelombang air laut.

Bukit belerang ini, merupakan tempat peristirahatan kedua. Jika berangkat sangat pagi, sekitar jam enam atau jam setengah tujuh, maka di tempat ini sarapan sangat nikmat. Teh manis panas di dalam termos akan sangat membantu. Setiap teguk yang mengalir di tenggorokan, akan mengusir dingin di sekujur tubuh. Suhu yang mencapai 20 derajat celcius bisa jadi akan sangat menyiksa jika tubuh tidak terbiasa dengan suhu dingin menyengat.

Tanah Lembab

Dari bukit belerang tadi, pendakian akan terasa menguras tenaga. Pemandangan pun monoton, hanya dominasi pohon-pohon besar. Sesekali tanaman berduri menyabet wajah sebab berada persis di tengah lintasan pendakian. Karena relatif jarang dilewati, maka jalur pendakian seringkali harus ditebas ulang. Terkadang lintasan itu berbentuk terowongan dari pepohonan liar.

Tetapi, kemungkinan untuk tersesat sangat kecil. Ada kabel yang mengikuti alur pendakian. Kabel ini mengalirkan listrik untuk sebuah tonggak pemancar di puncak gunung. Memegang kabel ini tentu saja sangat tidak dianjurkan. Walau menurut warga belum memakan korban, namun harap diingat: selalu ada yang pertama untuk semuanya, termasuk tersengat listrik di lereng gunung.

Lintasan di sini umumnya tanah lembab. Hujan yang turun pada malam sebelumnya menyebabkan tanah berubah jadi lumpur saat diinjak. Kicauan burung murai batu (Copsycus malabaricus) yang biasa disebut piccala di sana, atau jejak binatang liar dapat ditemukan di sepanjang lintasan. Kawasan Gunung Sorik Marapi yang merupakan bagian dari Taman Nasional Batang Gadis, memang tempat habitat kambing hutan (Naemorhedus sumatraensis), tapir (Tapirus indicus), kucing hutan (Catopumatem minckii), kancil (Tragulus javanicus), binturong (Arctitis binturong), beruang madu (Helarctos malayanus), rusa (Cervus unicolor) dan kijang(Muntiacus muntjac) atau landak (Hystix brachyura). Kebanyakan pemburu yang berasal dari warga desa, hanya berhasil menembak burung. Sementara binatang buas lainnya, sudah jarang ditemukan.

Setelah melewati sekitar lima tempat peristirahatan, dengan waktu tempuh sekitar tiga jam lebih dari awal titik pendakian, kawasan puncak gunung mulai terlihat. Pohon-pohon perdu khas ketinggian berjejer di kiri dan kanan. Struktur tanah pun sudah berubah. Dari tanah lembab, berubah menjadi pasir. Kaki pun melangkah lebih ringan. Hingga akhirnya tiba di puncak pertama.

Jika telah sampai di sini, ada baiknya mengikuti tradisi masyarakat sekitar yang masih terjaga. Pendaki disarankan untuk melakukan adzan. Selain untuk memuji keagungan Sang Maha Pencipta, adzan ini merupakan upaya spritual agar dapat selamat hingga waktu turun nanti.

Danau Vulkanik

Puncak pertama itu adalah hamparan tandus seluas sekitar setengah lapangan bola. Kebanyakan pendaki berhenti sampai di sini karena di sinilah sajian utama Gunung Sorik Marapi berada, sebuah danau vulkanik dengan air kebiruan. Inilah danau tertinggi di Sumatera Utara.

Danau ini menjadi pelepas lelah. Memandangnya dari tepian, seakan ada yang mengundang untuk terjun. Danau ini tidak ada namanya. Hanya disebut Danau Sorik Marapi. Airnya asam. Di sini semburan belerang masih kuat. Untuk turun ke danau, lumayan berbahaya. Jalurnya terjal, dan pijakan juga tanah pasir yang gampang runtuh. Bila tak awas, bisa terjun ke dasar danau yang dalamnya kira-kira 100 meter dari puncak pertama.

Tetapi dari atas saja, bisa dinikmati panoramanya. Dinding-dinding kawah danau terlihat menghitam, mencirikan kekokohannya. Sementara di beberapa sudut dinding, semburan asap solfatara perdengarkan suara menderu. Seringkali suaranya tidak terdengar karena tertimbun desau angin berkecepatan sekitar 40 kilometer per jam. Kadang angin seolah ingin membawa serta semua yang ada di puncak gunung untuk melayang bersamanya.

Berdiri berlama-lama di sini, akan membuat tubuh menggigil. Setidaknya butuh dua lapis jaket. Namun jika ingin mengambil visual danau dengan handycam maupun kamera, tantangan suhu dingin ini harus dihadapi. Kabut sering kali tidak bersahabat. Menutupi permukaan bahkan hingga keseluruhan danau. Makanya hampir tidak ada yang berhasil mengabadikan danau ini dengan utuh, tanpa sapuan kabut.

Puncak Sebenarnya

Dari lokasi danau ini puncak kedua yang merupakan puncak sebenarnya bisa didapati dengan berjalan sekitar setengah jam lagi. Jalurnya sempit. Di kiri danau, di kanan jurang. Berjalan beriringan akan sangat berbahaya. Harus antri.

Sebuah tanjakan ekstrim berupa jalur batu podas yang hanya muat satu pijakan kaki, harus dilewati. Membawa barang akan berpengaruh pada kelenturan tubuh. Sebab itu, ada baiknya menitipkan ransel atau bawaan kepada teman, agar bisa melangkah dengan tenang.

Sementara puncak itu sendiri hanyalah sebuah tonggak batu putih setinggi satu meter. Di sana tertulis angka 2.100. Kemungkinan maksud awalnya untuk menjelaskan tinggi gunung, namun angka ini salah. Ketinggian Gunung Sorik Marapi sebenarnya 2.145 meter dari permukaan laut (mdpl).

Berdiri di atas tonggak batu putih itu, pandangan hanya lepas ke arah utara dan selatan. Pohon-pohon perdu menghalangi pandangan ke arah lain. Tapi tidak mengapa dari kedua arah tadi, gugusan Bukit Barisan akan menjadi kenangan untuk dibawa pulang. Tapi jangan terlalu lama di puncak, selain dingin menusuk tulang, kabut juga akan menjadi masalah jika pulang lebih dari jam lima sore. Perlu waktu sekitar tiga jam untuk mendaki, serta satu jam lebih untuk turun. Lewat dari jam lima, senter akan sangat dibutuhkan agar tidak terjerembab waktu turun.
Wisata Lain di Indonesia 



Read more »

Minggu, 13 Februari 2011

Air Panas Semurup

Obyek wisata Air panas Semurup ini terletak di Desa Air Panas Baru Kecamatan Air Hangat,berjarak kira-kira 11 Km dari Kota Sungai Penuh,ibukota kab Kerinci. Air Panas yang keluar dari perut bumi merupakan hasil kegiatan vulkanik, dengan luas permukaan ± 15 m2 membentuk sebuah kolam kecil yang selalu mengepulkan asap.

Jika wisatawan berkunjung ke obyek wisata air panas Semurup ini,wisatawan dapat melakukan beberapa kegiatan diantaranya, merebus telor atau pisang dengan air panas yang mendidih dengan cara memasukkan telur atau pisang tersebut kedalam jaring dan di celupkan ke dalam air yang mendidih tersebut tetapi harus hati-hati jangan sampai kecebur,bisa fatal akibatnya. Disamping itu, ada juga fasilitas kamar mandi yang di gunakan untuk berendam,guna penyembuhan beberapa penyakit,seperti penyakit kulit dan remautik ( Health Tourism ). Tidak jauh dari obyek utama terdapat pula sumber air panas yang unik yang juga ramai dikunjungi oleh wisatawan
Nah berkunjunglah ke Air Panas Semurup
Wisata di Indonesia

Read more »

Keindahan Danau Kerinci

Danau yang terletak di kaki Gunung Raja ini merupakan danau terbesar yang ada di Kabupaten Kerinci. Luas danau ini kurang lebih 5000 m persegi dengan ketinggian 783 meter di atas permukaan laut.
Keistimewaan
Pemandangan di sekitar danau begitu menawan. Mata tak akan bosan melihat hamparan air yang jernih dilatarbelakangi barisan pegunungan yang anggun. Di tengah danau terlihat perahu-perahu nelayan sedang mengarungi permukaan airnya yang tenang, tempat bersemayam sejumlah jenis ikan yang banyak ditangkap oleh mayarakat setempat.
Di desa-desa sekitar danau, terdapat sejumlah batu berukir yang konon peninggalan manusia megalit yang hidup ribuan tahun silam. Keberadaan batu ukir ini menunjukkan bahwa kawasan di sekitar Danau Kerinci merupakan daerah yang pernah dihuni manusia purba.
Di Danau Kerinci setiap tahun diadakan Fetival Danau Kerinci yang menampilkan berbagai macam atraksi kesenian masyarakat Jambi. Tujuan dari pestival ini adalah untuk memberikan suguhan terhadap para wisatawan yang datang berkunjung.
Lokasi
Danau Kerinci terletak di Kecamatan Danau Kerinci dan Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci, ProvinsiJambi, Indonesia
Akses
Untuk mencapai lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan beberapa alternatif: alternatif pertama: perjalanan dimulai dari kota Jambi ke Sungai Penuh. Jarak antara Jambi dengan Sungai Penuh sekitar 500 km dengan waktu tempuh selama 10 jam. Perjalanan bisa dilakukan dengan kendaraan darat berupa angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
Alternatif yang kedua: perjalanan bisa dimulai dari kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km. Perjalanan ditempuh selama sekitar 7 jam. Perjalanan bisa dilakukan dengan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
Alternatif ketiga: perjalanan dimulai dari Padang ke Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota Padang ke lokasi sekitar 211 km dengan lama perjalanan kira-kira 5-6 jam. Perjalanan bisa dilakukan dengan kendaraan darat berupa angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
Read more »

Keindahan Karang Wakatobi

DESTINASI kali ini akan mengusik jiwa petualang anda. Sebuah kawasan yang masih terbilang masih asli menawarkan perjalanan yang tak terlupakan.

Adalah Kepulauan Tukang Besi, sebuah gugusan kepulauan yang terdiri dari empat pulau besar dengan luas sekitar 821 km2. Empat pulau besar tersebut adalah Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko yang oleh masyarakat setempat biasa diakronimkan sebagai WAKATOBI.

Sebagaimana namanya, Tukang Besi, kepulauan ini memang terkenal dengan pembuatan keris tradisional yang indah dan tetap diproduksi hingga sekarang. Gugusan kepulauan ini memiliki alam yang masih asli, tenang dengan air laut yang segar, gua-gua bawah laut yang saling berdekatan satu sama lain yang disuguhkan khusus untuk pecinta alam sejati. Bisa dikatakan bahwa wilayah ini merupakan kawasan wisata taman laut pertama di Indonesia.

Meski menyelam bisa dilakukan setiap saat, tetapi bulan April dan Desember adalah bulan yang paling baik untuk melakukan penyelaman karena cuacanya sangat bagus. Di samping menyelam dan snorkling di pantai juga disediakan khusus motor selam, tour snorkling dan penjelajahan di kepulauan. Sebuah kawasan kecil yang berlokasi di samping pulau Tomia seluas 8 km2, bernama Pulau Tolandona (Pulau Onernobaa) memiliki keunikan karena pulau ini dikelilingi taman laut yang indah.

Setelah menempuh perjalanan 5-6 jam dengan kapal cepat dari Kendari, Bau-Bau menjadi tempat transit berikutnya ke Wakatobi. Perjalanan tidak dapat langsung karena jadwal penyeberangan Bau-Bau-Wanci, pintu gerbang Wakatobi terbatas. Lagi pula penyeberangan dengan kapal kayu sekitar satu hari akan sangat melelahkan. Jalur yang biasa dipakai dari Bau-Bau adalah perjalanan darat ke Lasalimu, kecamatan di sebelah tenggara Bau-Bau, sekitar 3 jam. Selanjutnya menyeberang ke Wakatobi. Itu pun jadwal penyeberangan sekali sehari, pukul 06.00.

Ada dua macam suku di Kepulauan Tukang Besi, yaitu Tukang Besi utara dan selatan. Total penduduk kedua suku tersebut kini mencapai kisaran 250.000 orang, tersebar di empat pulau besar Wakatobi. Mata pencarian suku Tukang Besi adalah bertani. Makanan pokok mereka adalah ubi-ubian, yang biasa dibakar dan dimakan bersama ikan. Suku Tukang Besi selatan juga termasuk rumpun suku Buton. Ketergantungan hidup mereka terletak pada hasil laut yang menjadi santapan sehari-hari.

Jika anda ingin berkunjung ke Wakatobi, pada bulan Juli-September ombak bisa setinggi gunung. Namun, bagi anda yang berjiwa petualang, ombak besar tidak menjadi halangan untuk mengunjungi gugusan kepulauan di antara Laut Banda dan Laut Flores ini. Tapi bila anda ingin lebih ‚aman’, bulan Oktober sampai awal Desember merupakan pilihan terbaik menikmati keindahan di Wakatobi. Begitulah beberapa pesan penduduk Wakatobi yang ditemui di Kota Bau-Bau.

Sebenarnya Wakatobi tidak hanya mengandalkan transportasi laut dari Bau-Bau atau Lasalimu. Sejak tahun 2001, transportasi udara bisa menjangkau wilayah kepulauan di timur Pulau Buton ini. Namun, ongkos perjalanan sangat mahal, selain itu transportasi udara hanya melayani jalur Denpasar-Wakatobi dengan jadwal tiap 11 hari.

Kepulauan Tukang Besi mempunyai 25 gugusan terumbu karang yang masih asli dengan spesies beraneka ragam bentuk. Terumbu karang menjadi habitat berbagai jenis ikan dan makhluk hidup laut lainnya seperti moluska, cacing laut, tumbuhan laut. Ikan hiu, lumba-lumba dan paus juga menjadi penghuni kawasan ini. Kesemuanya menciptakan taman laut yang indah dan masih alami. Taman laut yang dinilai terbaik di dunia ini sering dijadikan ajang diving dan snorkling bagi para penyelam dan wisatawan. Sejak tahun 1996, kawasan Wakatobi ditetapkan sebagai taman nasional.

Kawasan wisata juga terdapat di Pulau Wangi-Wangi, Hoga, pulau di sebelah Kaledupa dan Binongko. Selain snorkling dan diving, aktivitas pariwisata lain yang bisa dinikmati adalah pemandangan pantai, menyusuri gua, fotografi, berjemur, dan camping.

Empat pulau besar di Wakatobi memiliki karakteristik khusus, yakni setiap pulau merupakan satu wilayah kecamatan, kecuali Pulau Wangi-Wangi yang terdiri dari dua kecamatan. Wangi-Wangi, pulau pertama yang dijumpai saat memasuki Kabupaten Wakatobi, menjadi pintu gerbang dan paling dekat dengan Pulau Buton. Di sini terdapat pelabuhan besar yang melayani kapal barang dan penumpang di Desa Wanci. Jika Pulau Wangi-Wangi menjadi pintu gerbang transportasi laut, maka Pulau Tomia menjadi pintu gerbang transportasi udara.
Wisata Indonesia


 
Read more »

Jalan-Jalan ke Lampung

JENUH berwisata ke kawasan Puncak, Jawa Barat, atau Pantai Anyer dan Carita, Banten? Lampung bisa menjadi alternatif destinasi liburan Anda.

Selain dekat dari Jakarta, potensi pariwisata di ujung selatan Pulau Sumatera ini juga cukup menjanjikan. Selama ini, warga Jakarta dan sekitarnya memilih Puncak, Anyer, dan Carita sebagai tujuan liburan.

Selain faktor kedekatan jika dibanding ke Bali atau Yogyakarta, pun paket-paket wisatanya relatif murah. Oleh sebab itu, Lampung bisa menjadi pilihan.

Provinsi ini kaya obyek wisata. Paket unggulannya pun beragam, baik obyek fisik, maupun atraksi.

Perjalanan menuju Lampung dapat dimulai dari pintu tol Slipi, Tomang, atau pintu tol Kebon Jeruk menuju Pelabuhan Merak, Banten, kemudian diteruskan dengan menyeberangi Selat Sunda menuju Bakauheni. Merak bisa dicapai dalam tempo satu jam atau satu jam 15 menit.

Di Merak, kapal cepat ke Bakauheni hanya berlayar siang hari antara pukul 06.00 WIB atau 06.30 WIB, hingga pukul 17.00 WIB atau 17.30 WIB, dengan lama berlayar sekira 40-45 menit.

Bila Anda membawa mobil pribadi, naik bus Jakarta-Bandar Lampung atau melakukan perjalanan malam hari, penyeberangan hanya dapat dilakukan dengan kapal ferry selama sekitar dua jam. Lampung juga bisa dicapai melalui jalur udara. Beberapa maskapai penerbangan melayani rute Bandara Radin Inten (Lampung) menuju Soekarno-Hatta, Cengkareng, pulang pergi (PP).

Bandar Lampung adalah kota yang strategis bagi kunjungan ke berbagai obyek wisata. Kota ini bisa Anda capai dalam 1,5 jam dari Bakauheni dan 30 menit dari Bandar Udara Radin Inten.

Obyek wisata pantai, budaya, alam pegunungan, atau wisata petualangan di hutan dan sungai, selam, serta memancing, mudah dijangkau dari kota ini. Karena obyek yang satu dan lainnya saling berdekatan, bisa dipastikan kunjungan atau perjalanan wisata Anda menjadi tidak monoton, pengalaman pun menjadi lebih beragam, karena banyak tempat yang bisa dilihat.

Bandar Lampung merupakan penyatuan dua kota tua, yakni Telukbetung dan Tanjungkarang. Prasarana dan sarana tersedia cukup di sini, seperti taksi, bus dalam kota dan antarkota, kereta api, taksi antarjemput antarkota provinsi, dan pusat perbelanjaan.

Di Telukbetung, terdapat monumen peringatan meletusnya Gunung Krakatau di Taman Dipangga. Monumen ini berupa rambu laut seberat setengah ton yang terlempar akibat gelombang pasang tsunami setinggi 30 meter yang ditimbulkan letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Taman ini merupakan bagian lokasi kantor Residen Lampung.

Rumah-rumah tradisional atau rumah adat, kawasan hutan kota, dan taman kupu-kupu bisa dilihat di sini. Di banyak tempat anda bisa dengan mudah menemukan kain tapis, yaitu kain khas Lampung yang ditenun dari benang, kapas, atau serat nanas secara tradisional. Kain yang disulam dengan benang emas atau benang perak sulum usus berbagai motif.

Datanglah ke bibir Pantai Teluk Lampung yang terbentang dari Kalianda di Lampung Selatan, hingga Bandar Lampung. Sebuah kawasan teluk dengan pantai yang indah dan selanjutnya ke Teluk Semangka di Tanggamus.

Sumber air panas Way Belerang, Pantai Wartawan, Kalianda Resor, Laguna Helau, Merak Belantung, Pasir Putih, Tanjung Selaki, Pulau Pasir, Pantai Marina, merupakan kawasan wisata pantai di Teluk Lampung di wilayah Lampung Selatan.

Ada Pantai Marina dan Kalianda Resor. Pantai Marina memiliki pemandangan indah dengan batu-batu karang yang bentuknya beraneka ragam. Menurut cerita rakyat, ada batu karang yang disebut Batu Balai merupakan tempat Pangeran Cindar Bumi menerima tamu. Pantai ini terletak di Kecamatan Sidomulyo 43 kilometer dari Bandar Lampung atau 22 kilometer dari Kalianda. Fasilitas yang tersedia di sini beragam.

Kawasan wisata Kalianda Resor terletak 30 kilometer utara Bakauheni, 20 kilometer utara Kalianda, dan 45 kilometer dari Bandar Lampung. Kawasan ini menyediakan fasilitas petualangan seperti tour ke Krakatau dan pulau-pulau sekitar Teluk Lampung bagian selatan, diving di Pulau Sebuku, memancing, tempat berkemah, bungalow, jetsky, diskotek, kafetaria yang menghadap ke pantai, penyewaan sepeda, dan perahu dayung.

Obyek-obyek wisata lain adalah taman purbakala, desa adat, agrowisata, makam Kuno Pangeran Jiwa Kesuma, kawasan batu keramat, air terjun, kubu perahu, danau, dan perkampungan asli yang tersebar di 10 kabupaten dan kota. Semuanya mudah dijangkau dari Bandar Lampung.

Obyek-obyek wisata itu hanyalah sebagian kecil dari kekayaan obyek wisata Lampung. Maskotnya adalah obyek wisata Kepulauan Gunung Krakatau, Taman Nasional Way Kambas dan Bukit Barisan. Tiga obyek ini sudah dikenal di seluruh dunia. Di samping obyek fisik, pariwisata Lampung juga menyajikan paket atraksi yang puncaknya adalah Festival Krakatau.

Lampung merupakan kawasan wisata alternatif yang paling diminati warga Jakarta dan daerah lain di Sumatera. Setiap akhir pekan seluruh hotel di Lampung, mulai dari hotel melati hingga hotel berbintang, selalu padat tamu. Tingkat hunian hotel di Lampung bisa mencapai di atas 65 persen. Sebagian terbesar tamu hotel datang dari Jakarta dan sekitarnya, seperti Serang dan sebagian kecil dari Palembang atau Bengkulu.

Sejak tahun 2002, tingkat hunian hotel mulai padat sejak Jumat malam. Tahun-tahun sebelumnya, hotel-hotel baru dipadati tamu mulai hari Sabtu. So, tidak perlu jauh-jauh memilih tempat liburan. Murah meriah, yang penting bisa sejenak melepas penat dari kesibukan anda di Jakarta.
(okezone.com)
Read more »

Rabu, 09 Februari 2011

Arung Jeram di Sungai Asahan

Sungai Asahan dengan debit 120 meter kubik per detik berada pada posisi ketiga tersulit di dunia dalam olahraga arung jeram, setelah Sungai Zambessi di Afrika dan Sungai Colorado di Amerika. Sungai Asahan selain liar menantang juga sangat indah.

Sungai ini mengalir dari mulut Danau Toba melewati Kab. Asahan dan berakhir di Teluk Nibung, Selat Malaka. Jeram sungai asahan terkenal liar dan deras. Topografi daerah ini bergelombang membuat jeram-jeram di sungai asahan ini menjadi sangat variatif, berombak tinggi, dan panjang. Titik awal dapat dimulai dari Sampuran Harimau yang terletak di desa Tangga di Kab. Asahan dan titik akhirnya di desa Bandar Pulau. Jeram terbesar dan terganas adalah rabbit hole yang mempunyai grade V.
Info Wisata
Read more »

Jumat, 04 Februari 2011

Gunung Padang Legenda Siti Nurbaya

Objek Wisata yang menjadi legenda dari cerita Siti Nurbaya adalah Gunung Padang yang berbukit tidak begitu tinggi ini digunakan untuk menguji nyali oleh pencinta olahraga climbing.
Tebing yang terbentuk dari batuan basal ini menjulang dengan ketinggian sekitar 30 meter. Menariknya, tebing Gunung Padang menyediakan tingkat kesulitan yang bervariasi.
Selain menawarkan wisata alam, Gunung Padang juga menyimpan wisata sejarah. Di bukit tersebut, pernah ditanam jasad Siti Nurbaya yang mewakili budaya kelam kawin paksa wanita Minang. Kisah roman Kasih Tak Sampai: karangan Marah Rusli tersebut bermula dari keelokan Gunung Padang.

Di Gunung Padang, pengunjung juga akan menjumpai sejumlah meriam tua peninggalan tentara Jepang sebagai benteng pertahanan untuk menghalau musuh yang hendak masuk ke tepian Muara Pantai Padang.
Akses menuju Gunung Padang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, untuk yang menggunakan kendaraan dapat di parkir di kaki gunung.
Perjalanan menuju Gunung Padang sungguh unik, pengunjung harus mendaki ratusan anak jenjang yang panjang dan berliku sambil melihat sekitar indahnya riak gelombang laut, semaraknya gedung-gedung yang menjulang di tengah Kota Padang, dan belasan kapal nelayan akan Anda temui.
Keindahan panorama itu akan mengobati rasa penat kaki setelah menaiki tangga menuju puncak gunung.
Wisata di Indonesia

 
Read more »

 
informasi tempat wisata di sumatra indonesia